free hit counter Program Vaksinasi Booster di Indonesia Bisa Dimulai Tahun 2022 Dan Jokowi Menarget 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Telah Disuntikkan Pada Akhir Desember 2021 - burtonmotorfactors.com

Program Vaksinasi Booster di Indonesia Bisa Dimulai Tahun 2022 Dan Jokowi Menarget 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Telah Disuntikkan Pada Akhir Desember 2021

burtonmotorfactors.com -Halo Sobat Vaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias booster di Indonesia siap dimulai tahun 2022 mendatang. Hal ini layaknya disampaikan Menteri Kebugaran Budi Gunadi Sadikin sembari menegaskan bahwa vaksinasi booster akan diberikan secara berbayar kepada penduduk.

Tapi ada kelompok penduduk yang akan terima vaksinasi booster secara gratis, yakni untuk mereka yang terdaftar sebagai Penerima Pertolongan Iuran (Pbi) BPJS Kebugaran. Dengan demikian, warga yang tidak terdaftar sebagai PBI BPJS Kesegaran kudu membayar bila ingin mendapat booster vaksin Covid-19.

“Kami telah bicarakan dengan Pak Presiden, prioritas booster vaksin itu lansia dulu, baru nanti yang akan ditanggung oleh negara (Biayanya) adalah peserta Pbi,” terang Budi Gunadi di dalam Kedap Kerja dengan Komisi IX DPR Ri, Senin (8/11). “Menjadi nanti anggota DPR yang penghasilannya cukup bayar sendiri booster-nya.”

Tapi perlindungan vaksin booster ini baru akan dikerjakan sehabis vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Indonesia mencakup lebih dari 50 % populasi. Pemerintah sendiri memprediksi bisa mencapai sasaran itu pada akhir Desember 2021.

“Hitungan kita di akhir Desember itu bisa saja 59 % kami bisa capai dua dosis dan 80 % telah bisa vaksin pertama. Sesudah itu kami berikan booster di tahun 2022,” kata Budi Gunadi. Hal ini pun seiring dengan sasaran terbaru Presiden Joko Widodo yang disampaikan Budi Gunadi didalam konferensi pers Senin (8/11) sore ini. “(Sasaran akhirnya) 70 % injeksi pertama di bulan Desember,” ujar mantan Wakil Menteri BUMN itu.

Jokowi menarget 300 juta dosis vaksin Covid-19 telah disuntikkan pada akhir Desember 2021. Hal ini mencakup 168 juta orang penerima dosis pertama (80 % sasaran), dan 124 juta orang penerima suntikan dosis kedua (60 prosen sasaran).

Pas mengenai perlindungan booster, Budi Gunadi menyebut rakyat bisa memilih sendiri merek yang akan digunakan. Indonesia sendiri saat ini sedia kan lebih dari satu pilihan vaksin Covid-19, layaknya Sinovac, Astrazeneca, Moderna, Pfizer, dan Sinopharm.

Meski demikian, pihak Kementerian Kesegaran masih lakukan uji klinis untuk melacak tahu taraf efektivitas bantuan vaksin booster yang sama dan berbeda tipe berasal dari dosis sebelumnya. “Booster kami tengah lakukan uji klinis dengan perguruan tinggi. Menjadi istilahnya homologus (Satu merek) atau heterologus (Beda merek). Diharapkan akhir Desember ini selesai,” pungkas Budi Gunadi.

Sekian dan Terimakasih

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *