free hit counter Sedang Viral Santri Menutup Telinga Saat Mau Vaksin Mendengar Musik - burtonmotorfactors.com

Sedang Viral Santri Menutup Telinga Saat Mau Vaksin Mendengar Musik

Hallo sobat, lagi lagi dengan mimin yang kali ini akan membahas kabar viral yang sedang di perbincangkan warganet terkait video viral santri yang menutup telinga kala mendengar musik.

Tiap tiap pemahaman atau pola pikir orang pasti akan berbeda. Segala apapun yang dikerjakan akan menuai pro dan kontra bagi penduduk.

Kebanyakan orang begitu gampangnya menyematkan pemahaman yang belum pasti negatif didalam pandangan kami.

Layaknya halnya suatu video yang tersebar, para santri menutup telinga pas mendengarkan musik. Video ini pun menuai sorotan. Jika kamu merasa penasaran dengan info ini, disimak konsisten sampai pembahasan berakhir.

Viral Santri Menutup Telinga Waktu ada Musik

Belakang ini jagat maya diramaikan oleh suatu video dimana para santri menutup telinga sementara musik berjalan. Dan diketahui sejumlah santri tersebut tengah mengantri untuk bergantian laksanakan vaksinasi Covid-19.

Layaknya yang dikutip didalam Artikel, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (Pbnu) Kh. Marsudi Suhud angkat bicara tentang tindakan para santri tersebut adalah pilihan, ingin mendengarkan musik atau tidak.

Dan publik yang berpendapat pun belum pasti tahu apa yang berlangsung di balik sikap para santri. Ia pun meminta publik untuk tidak berpikir macam-macam berkenaan sikap santri-santri tersebut. Gara-gara dikhawatirkan akan menimbulkan pemahaman negatif berkaitan agama islam.

Di dalam video berdurasi 23 detik tersebut perekam yang diduga ustadz berasal dari santri-santri itu. Dan di sebarkan di media sosial Twitter dengan akun @David_Wijaya03. dengan beredarnya video pasti menuai reaksi yang berbagai.

Unggahan itu disertai tulisan “Ada yang mengerti ini berasal dari santri mana? lebay banget hingga menutup kupingnya. Indoktrinasi mengharamkan musik ini gak beda jauh dengan Taliban, Isis, Al-Qaeda” didalam postingannya.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia pun ikut berkomentar, meminta rakyat untuk tidak nyinyir. Kendati demikian, Ziyad mengaku belum sadar tentu lokasi para santri yang menutup telinga.

Karena, mesti dilihat secara proporsional apakah betul para santri menutup telinga tersebut sebatas menghindari melodi bisingnya musik atau tengah menghafal Al-Qur’an.

Akhir Kata

Itulah yang mampu kita sampaikan, janganlah kami dengan ringan memberi cap seseorang tersebut radikal atau kafir.

Jangan lupa datang ke halaman berikutnya. Sekian dan terima kasih.

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *